Minggu, 29 Desember 2019

A whole space

Asalamualaikum :) hai semua siapapun kalian para pembaca setia, saya rindu.
malam 30 Desember 2019, akhirnya saya diberikan kesempatan, kembali menulis dan berbagi, semoga kalian tetap dalam keadaan sehat dan bahagia saat membaca, banyak sekali yang ingin saya bicarakan. Saat ini saya dalam proses penyelesaian studi S1 saya, doakan, ternyata mitos mitos diluar an sana tentang mahasiswa semester tua itu benar adanya, kadang bisa cekikian jika diobrolkan bersama teman, juga bisa kepanikan kalo dipendam sendiri. Ternyata benar mahasiswa tingkat akhir bisa demam yang sembuhnya hanya karena acc dosen, pun bisa mengurung diri semalaman karena habis bertemu dosen, keduanya betul betul terjadi beriringan, saya pernah berfikir ini terlalu hiperbola namun dirasa rasa ini cuma kalimat yang kadang tidak perlu dan tidak ingin dikatakan tapi perlu didengar, semacam tidak perlu disampaikan tapi perlu benar-benar dipahami, hingga pada satu titik seseorang menemui sebuah penerimaan di semai, untuk kemudian tumbuh bersemi, saya rasa saya pernah mengatakan hal ini hehe.


Baiklah sedikit membahas perihal semai dan bersemi begini, dalam hidup saya, saya bersyukur banyak bertemu orang-orang cerdas yang banyak mengubah cara pandang saya akan sesuatu hal, saya ingin membawa teman-teman masuk ke keresahan yang sama yaitu sebagai mahasiswa tingkat akhir, demikian saya juga menempatkan diri saya disudut pandang itu sekarang. Paradigma manusia yang terlalu terbiasa mangintervensi manusia satu dan lainya kadang terasa ironis, mengunggul-unggul kan kemampuan diri, seolah sekitarnya lawan, bukankah terlalu "primitif" untuk takaran manusia yang disebut cerdas dan dewasa. Hidup memang soal bersaing, ya bersaing untuk dapat bertahan hidup. Tapi tuhan ciptakan otak sepaket dengan hati, ciptakan logika selaras dengan rasa, tak ada yang berlebihan, hanya manusia nya saja. Benar adanya kondisi ini menuntut tiap tiap kita berfikir se rasional-rasionalnya, berjuang tanpa kenal lelah, lalu tanpa sadar mengabaikan Esensi sebuah proses, "berjuang sampe mau gila itu yang dikejar apa?". Kita semua pernah jatuh hanya karena sebuah ucapan, pernah hancur karena tuduhan, disaat yang sama pernah ingin menyerah, someday i talk to my self "hey wake up girl!", difinisi "cerdas" bukan hanya bagi  mereka yang menyelesaikan studinya dengan cepat, bukan hanya bagi mereka yang gelar belakang namanya berderet panjang sampe bingung letak titik dan koma nya dimana, difinisi cerdas bukan hanya bagi mereka yang punya posisi penting di negeri ini. 


Difinisi manusia "cerdas" bagi saya adalah "mereka-mereka yang tidak membuat sekitarnya merasa bodoh, dihadapannya", saya rasa di abad ini manusia sejenis ini perlu dilindungi agar tidak punah hm em, saya pernah membaca dipostingan seseorang dengan kalimat yang sangat menggelitik namun dalam,  begini "yang bahagia itu bukan cuma dokter dan insinyur", hm benar apa gunanya "mendewakan" ilmu pengetahuan untuk dijadikan "parang" bagi sekitarnya. Saya sungguhan banyak belajar dengan semua kondisi yang membawa saya berada dititik ini sekarang. "Ketahuilah bahwa tuhan tidak pernah lupa untuk menitipkan mereka mereka yang hadir ditengah mereka-mereka yang pada akhirnya meninggalkan, tidak pernah ingkar bahwa ya memang sungguhan, masalah tentu sepaket dengan solusi, barangkali apa apa yang kelihatanya semu dan sepele ternyata yang paling tulus dan paling berharga, lalu barangkali apa apa yang terlihat paling mengerti dan peduli, justru sebuah boomerang untuk membunuh dirimu sendiri, kita masi menginjak tanah dan di bawah langit yang sama, apa yang mau disombongkan?". Bibit yang disemai tidak serta merta dapat hidup dan tumbuh, mereka berebut cahaya, berebut makanan, untuk bertahan, tidak juga luput dari terpaan angin atau ancaman bahaya lain, untuk kemudian dapat tumbuh bersemi, se klasik itu namun sesulit ini, yang memang kita ini manusia, yang boleh merasa sedih, atau tertekan, tidak ada salahnya, mari saling berbagi pundak, wahai kita yang merasa hujanya diluar tapi basahnya di pipi hehe 💗

Terakhir, barangkali seorang teman menitipkan pesan lewat kalimatnya yang begini " hei is!, semakin kita banyak sambat akan semakin pintar" aneh nya kalimatnya membuat saya tertawa sekaligus berfikir, mereka yang cerdas menyampaikan tanpa menggurui, berdiri tanpa merendahkan, merangkul tanpa mengasihani, menuntun tanpa pamrih, cerdas itu bukan untuk dipamerkan, ya! cerdas logika dan juga hati, mengagumkan memang.

Terimaksih. Dari seorang saya, yg masih bodoh, dan suka halu sendiri cuma karena drakor, send spread love to all you guys hehehehehehehehe💞💞💞💞💞 love you
19.31
caption behind me 




Senin, 28 Oktober 2019

Because You Just Don't Understand

"jangan sampai kau lemah"
"ku yakin kau pasti bisa bangkit"
"jangan anggap kau sendiri hadapi"
"ada aku disini"
"walau dia kini tlah lama dihidupmu"
"namun sampai kini tak bahagiakan kamu"
"lupakan semuanya, oh tinggalkan saja, percuma"
"bukalah matamu selebar dunia ini"
"dan rasakan banyak orang yang peduli"
"jangan ingat lagi, jangan kau sesali, ada aku disini"
sepenggal lirik yang sebagian pasti tidak asing, dan masi ku ulang ulang setiap hari didepan laptopku, sebagian otak masi tercurah untuk LBM ku, yang sebetulnya juga tak seserius itu, ya tapi serius hehe. pernah merasa kan? lagu jadi se booster itu.

dibalik judul "you just don't understand" beberapa hal ingin ku sampaikan perihal proses, perihal perjalanan, perihal peristiwa, dan perihal rasa.
ku mulai dari sini saja, tentang seberapa penting menjadi pendengar yang baik, mengerti dan dimengerti. Sedang ingin bercerita tentang perjalanan skripsi dan hari-hari semester 7, bicara soal fase, dan hal-hal yang berubah setelahnya.

dibilang titik balik, transisi, dan soal keluar dari zona nyaman yang benar-benar akan kalian sadari di masa akhir semester 5 hingga seterusnya.
soal lingkungan, habbit, sampai life syle, meskipun tidak sepenuhnya berubah namun ada sisi dilema tersendiri, terutama soal membalance kan antara lingkungan yang sudah ada tadinya dan lingkungan yang kalian butuhkan pada akhirnya.

Pointnya di "Balancing" , setara, sama, beriringan. manusia tipe seperti saya yang sulit memilih dan tidak suka berada diantara pilihan, seringkali lebih memilih "membalance" kan dari pada harus trade off atau mengorbankan hal lain, satu sisi memang menguntungkan namun sisi lain prinsip seperti ini tak pernah benar-benar bisa diterapkan sepenuhnya, akan ada pilihan-pilihan yang memang memaksamu harus trade off meskipun sulit, tapi baiknya begitu, dan itu tak pernah sesederhana yang dibayangkan.

fase idealis dan realistis, kuliah dimasa tenggang seperti sekarang akan banyak mendengar kalimat-kalimat semacam ini "harus lulus 3,5", "terget skripsi 3 bulan kudu kelar", "malem ini pokonya harus nyari jurnal"," eh skripsian yuk", "eh ntar bimbingan jam berapa", tidur bareng tumpukan jurnal, idup cuma kos -kampus -laptop, laptop- kampus- kos, megang laptop cuma biar tenang aja ya sebenernya ga ngapa-ngapain, fase panik ketika liat story temen didepan laptop, yagitu.

seleksi alam, akan ada yang memilih idealis atau pun realistis, yang tadinya idealis menjadi realistis ataupun sebaliknya, nantinya juga akan berkumpul dengan yang satu frekuensi dan saling melengkapi, intinya satu kalian harus punya tempat dimana kalian merasa "menetap", menetap dalam artian bukan hanya sekedar tempat tinggal, tapi juga merasa diterima dan merasa terdukung, sepele memang kalimat-kalimat semcam itu, coba dijalani dulu saja, nanti kasi tau kesan pesanya. sekali lagi manusia hiperaktif seperti saya lebih sering merasa "menetap" tidak hanya di satu tempat, membalancekan 2 hal saja tidak sederhana dan lagi harus sering pindah dari satu tempat ke tempat lain, suka kecapean sendiri memang, ya kalo rasa yang ini aku tidak bisa jelaskan hehe.

fase dengan beban sks dan kuliah yang sedikit ya sebanding dengan beban pikiran yang tidak lebih sedikit pastinya wkwk, hidup sudah tidak santai ceritanya santai aja ya. manusia ya tetep manusia, kalo belum merasa kehilangan belum bisa memaknai arti momen momen yang sudah terlewat, begitupun sekarang ,waktu smt 1-4 pernah bilang "aku gabut ik, ngapain ya" mau bilang nyesel pernah ngeluh gitu juga wagu rasanya ya to, intinya kalimat itu sangat dirindukan saat ini haha.

fase tidak tertarik pada apapun selain pada hidup sendiri, ada? iya ada, kalo belum ya nanti akan ada.
blank space yang rasanya cuma perlu diisi oleh dirimu saja, dan menyadari satu hal bahwa yang bisa kamu andalkan sepenuhnya ya cuma dirimu sendiri, hal-hal lain akan terkalahkan dan tidak lebih penting dari pada dirimu sendiri dan sekitarmu yang mampu benar-benar mengerti dirimu, perihal mengerti dan dimengerti, ada kalimat semacam ini "sulit memang membuat orang lain mengerti, dan sebaliknya, bisa kah menjadi tidak apa apa saja tanpa saling mengerti" hal itu bisa dilakukan ya cuma kalo kamu diam, bagi saya diam adalah fase tersulit seseorang menghadapi seseuatu, tidak ada hal yang "tidak apa apa" soal diam.

 terakhir, "Mungkin saja, kau terbiasa memendam masalah karena setiap kali ingin bercerita, respon yang diterima selalu larangan untuk mengeluh dan penekanan untuk bersyukur, mungkin saja, dunia terlalu sibuk  menasehati ketika kau ingin didengar tanpa diintervensi, hingga pada satu titik, kau meledak, dan dunia tidak mau disalahkan" Fiersa Besari~, manusia selalu dengan porsinya, tepat tak kurang ataupun lebih, jangan bandingkan prosesmu dengan proses lainya, jangan merasa masalahmu terberat diantara yang lain, semua berdasarkan porsi dan cara pandang seseorang, Be wise
toh kita semua bersahabat dengan sambat katanya, make a content in your life, ini juga berlaku bagi saya tenang saja, ya manusia yang belum tau harus apa dalam prosesnya, masih lemah cuma karena rasa, tapi bagiku kalian bukan sekedar cuma rasa, yang ku maksud soal "masa tenggang perkuliahan", lalu harus ada banyak hal yang ditinggalkan setelahnya, hehe iya sesulit ini rasanya, mari berproses bersama.

salam 🧡🧡

Kamis, 29 Agustus 2019

Magang#1

"aku gatau alasan magang jadi semelow ini setiap harinya"
Sepenggal celotehan perasaan, bukan bagian dari keluhan, cuma rasa penasaran yg belum ku temu jawabnya, ntah sesemangat apapun diriku hari itu dan semenikmati apapun, kau pernah tau perasaan semacam itu?
Biar ku ceritakan pengalamanku saja yg mungkin lebih menarik untuk kau baca ketimbang apa yg ku rasa haha.

Beberapa minggu survive dengan cyrcle hidup yang beda dari biasanya, aku tau waktu tidurku sedang berarti ber artinya, pun arti kalimat "semangat" disaat saat sekarang, juga kalimat yg sungguhan menenangkan yg blm ku temu sampai sekarang.
Cuma butuh 4 hari muka serumit rekening koran, runyam, ah aku masi lucu saja dengan pengalaman itu, yg terus menerus ku eluh kan pada siapa saja yg sedang komunikasi denganku, dilema ku mungkin sebatas "ngrebus air, airnya mateng, aku nya males mandi, abis aku ga males, air nya dingin" kadang yg membuat ku berfikir walau di rumah sendiri, badan semacam jet leg wkw dengan udara, lingkungan, bahkan air, logika dasar semacam itu yg membuatku sadar, setiap tempat adalah adaptasi, selama apapun dirimu disana, segalanya berjalan dinamis yg tidak bisa kau kenadalikan.

Yg berkali kali ku bilang, sehidup sehat itu setiap hari jam tidur selalu tidak kurang dari 8 jam, diwaktu yang tepat, makan pagi, siang, malam, tertata dan tepat pada waktunya, sekarang aku bisa bilang "jangan cari aku di jam 8 ke atas" iya masi lucu saja, dipastikan sudah nyenyak tidurku saat itu, terhitung aku sudah tidak punya waktu tidur siang lagi, kau tau semacam terjebak di kalimat "aku punya waktu banyak, ya tapi tidak" bagaimana ini? Memang cuma punya waktu bupe di jam jam ini, jikapun otaku tak selalu dibuat kerja keras tapi ku kuawalahan menjelaskan bagaimana lelahnya setiap hari.

Setiap hari jg ku dikelilingi mereka yg duduk dengan ambisi ambisi dan tugas-tugas yang masi saja asing ntah harus ku apakan perasaan semacam ini bahkan di satu bulan ku duduk dibelakang mereka, perlu ku jelaskan bukan manusianya yg asing tp perihal dunia mereka, sebenarnya apa yg di rasa, terlalu banyak ku mengamati, sampai senikmat ini dengan wifi yg 20% jadi booster untuk berangkat ngantor.

Suara si pak kasie restruk selalu khas untuk membuatku selalu menahan tawa
Lagu lagu ada band yg sepertinya hampir habis satu album gapernah absen diputar di penghujung hari, rupanya mereka juga semelow itu, iya sama

Cuma suatu hari aku bicara dalam hati
"mas jangan biarkan 2 jam ku kedepan, aku menyelesaikan 2 episode drakor, dan sibuk dengan regal dan wafer tango ku dibelakang kursimu"
Sebenarnya bukan itu yg setiap hari ku lakukan, cuma sedang ingin fokus di hari itu, kadang manusia tidak sadar dengan manusia sekitar yg walaupun termenung tapi mengamati lalu kemudian memposisikan mereka tidak tahu apa apa.

Singkatnya bukan soal teknis yang ku bicarakan, verif rekening koran, stempel berkas, ngurutin berkas, sortir uang, telfon satu persatu nasabah yg jumlahnya ratusan dengan kalimat yg sama, atau senyum yg harus km lontarakan pada senior setiap hari nya ntah serumit apapun perasaanmu, sedikit lebih dalam seandainya laporan tak se resmi itu, mungkin akan berbeda hasil yg di ceritakan untuk dilaporkan, ya itu sekadar fikiran konyol ku saja
Sekarang ku bisa menangkap point dari segala kegiatan ini, harusnya jangan tanya apa yg kau lakukan i mean ini tidak akan banyak, tapi soal kesempatan, kesempatan mengamati yg ku dapat hari ini hingga 5 minggu ke depan. Lalu kau akan dibuat mengerti dibalik kalimat sakti para dosen "kalian harus jadi harapan untuk kelak"
Ya itu saja. Pikiran idealisku berkata
"Dunia ini sungguhan kejam"
Cari tau saja.

Mungkin itu alasan melow nya hahah ah aku ini

Sekarang otaku sedang memutar lagu lagu rindu, dan aku sedang rindu, ya karena banyak, selalu.

2 jam di kursi magangku, 10.00
Masih penghujung agustus.

Sabtu, 24 Agustus 2019

21.05

Matahari masih bersinar di atas kepalaku
Pun degub ini masih sama gilanya ketika yang teringat ialah namamu
Meski samar rasa kepergianmu sesekali menyematkan pilu
Kita yang pergi dengan belum selesainya sesuatu
Rasa yang saling namun tak menyatu
Berserakan sepanjang anak-anak waktu yang sekali lagi kembali membawaku kepadamu
Ketika anginpun tak mampu menghempaskan sedikit dari rinduku yang merangkak kelu
Akan kusimpan sepenggal berkas senyummu sebagai artefak menakjubkan yang pernah kutemu
Kutemu meski tak menjadi milikku utuh

Ialah namamu, detak tak biasa di sela bingar hidupku
Irama irasional mengejutkan yang menguatkan detak rapuhku
Andai bisa merekayasa waktu
Kan ku buat setiap detik menjadi abadi bersamamu
Ialah namamu, yang kepadanya pertanyaan itu bertamu tanpa titik temu
'Akankah kita berani mengakui rindu ?'
Ialah pertanyaanku, yang tak kunjung mendapati jawaban atas namamu
Ialah aku, yang bersembunyi di balik keangkuhan pura-pura tak mencintaimu
Ialah kita, pergi dengan rindu  yang dikemas rapi, berselimut sunyi di di balik relung.

Rupanya, kita tak lebih dari sekadar pengecut di hadapan rindu.
Mungkin bukan kita, hanya aku.
--.
[Ialah Namamu]

Ais in autobiography

Hai readers!!! First one, i'm so so much exited to hv my own blog he he he❤❤
Intro dari segala intro kenalin si yang punya blog, lahir 20 tahun lalu dengan nama lengkap Ais Ichsatul Aulia, sampe sekarang kagak pernah tau arti nama sendiri yang sesungguhnya apa, so intinya dari lahir gapernah punya nama kecil, panggilan akrab or semacamnya,  actually my nick name is ais, just ais, ais aja, gapake syah, sudah jadi keresahan lama semenjak nama ku ada di buku absen setiap di panggil ais selalu berakhiran syah. 
Lahir di kota batiknya negara indonesia ya Pekalongan, 19 september 1998. Jowo asli, tulen, gaada campuran campuranya, la wong bapak ibu dulu tetanggaan.

Lahir 2 bersaudara, anak pertama sekaligus cucu pertama dari keluarga ibuk, jadi yang pertama kadang sulit hiya, selisih 7 tahun dari adek yang sekarang kelas 3 smp di pondok. Nama adek gajauh beda dari aku khanifah Arifatul Aulia, fyi nama bapaku bukan aulia, tapi semua nama anaknya berakhiran aulia, ya sudahla ya gapapa wkw. Udah dari semenjak lulus SD tinggal di beda kota sama orang tua, oh ya SD di SDN 02 Pantirejo, SD ku yang sangat legend itu mengingatkan betapa "si bolangnya aku saat itu", SMP di Kendal iya tepatnya di Pondok Modern Selamat ya kalo ditanya "ais bisa bahasa arab?" bisa kaifakhaluk? Alhamdulillah anna bighair atau anna ukhibuka fillah oke cukup sampai situ saja wkw. Next ini dia the memorable part is never end haha SMA ku di SMA 1 KAJEN, ingatan yang selalu meronta ronta menolak lupa, haha setuju gak? aku suka masa SMA ku, karena akhirnya aku kembali ke kota kelahiran atas berbagai alasan, sebelum akhirnya kembali meratau waktu kuliah, dan yang sedang kujalani sekarang aku mahasiswa yang belum resmi semester 7 jurusan manajemen keuangan di perguruan tinggi swasta STIE BANK BPD JATENG, Semarang. Yang sekarang berstatus sebagai anak magang di Bank jateng kajen, pekalongan.

Singkatnya namaku ais si hobby mengasingkan diri, pergi ketempat tempat yang disitu ada temanku heu heu, mengasingkan diri yang ga suka sendirian. sekedar menaiki kreta antar kota ah aku suka, kreta masi jadi favorite transportation ever si. Si hobby hal hal puitis dan filosofis, si suka ke humorisan, i love ice cream more than you weee canda deng wk, si suka bercerita tapi sedang kehilangan media hmmm, si yang punya panggilan "bayi" di umur 20th nya "bayyyy kamu jadi pulang pekalongan?" "yiiiiilkkk! Dari mana aja gapernah keliatan", sampe sekarang aku ga sadar sisi ke bayi an ku dimana, si punya teman, sahabat, keluarga terbaik yang pernah dikirim tuhan back up me so welllllllllll bgt yang kalo diceritain bisa 2 hari 2 malem ga kelar,  lly 4000, si ambivert ya itu si berdasarkan penilaian subjektif diri sendiri wkw menurut kalian gimana ?

Makanan favorit saat ini masi diduduki oleh garang asem ayam, ketring nya bank jateng kajen, yang mostly aku gasuka ayam rebus, but the power of tangan sakti ibu ketringnya si ini sukak❤, my current favorite song is kusut by fourtwenty dan April covered by reymbayang. Hal hal yang disenangi sekarang? Selain nonton drakor pas ada wifi, aku sedang suka mengamati, melihat orang bercerita atau menuliskan ceritanya, sedang suka dihibur dan menghibur (so far masi sebatas keinginan yg belum sepenuhnya dilakukan). Hal hal yg ditakuti? Satu ga diampuni tuhan, dua kehilangan heu heu heu heu. Hal hal yang ingin dicapai dalam waktu dekat? Finding booster in everything!
Oh ya my prime dayli skicare routine cuma 2, air wudhu dan air putih wkwkwk suongong bat! (jangan ga terima gitu bacanya).

The last ini motto pribasi si "gaada hal hal yang bisa balance gitu aja, everything you need just to balanced your life".

Sekian.
Kamar saya tercinta, 15.28, penghujung agustus 2019.

kenang-kenangan

satu tahun berproses, satu pun belum ada yg bisa disebut hasil satu tahun berproses,  dan Allah tak pernah gagal mendidik hambaNya satu tahu...