Kamis, 03 Desember 2020

Simbiosis

Hm bisa dibilang di 22th ini perasaan tinggal menerima dan menjalani hidup itu sudah bukan katanya-katanya lagi. Apaya sudah bukan nasehat orang tua yang dipakenya masih nanti, sudah tidak bisa lagi berkata dalam hati "aku masih umur segini ini". penenang-penenang seperti, tidak apa-apa hidup seperti daun jatuh dulu, tidak apa-apa berjalan tanpa peta juga menyenangkan, tidak apa-apa every flower has their own time to bloom, dan semua yang perlu di tidak apa apa kan, ternyata berpengaruhnya hanya sementara. ibarat daun yang jatuh, tidak semua pohon tumbuh disekitar sungai sehingga daun yang jatuh bisa bebas mengikuti arus air sampai pada muara, yang berjalan tanpa peta tidak sedikit yang pada akhirnya tersesat, walau diperjalanan sudah pasti  banyak hal baru ditemukan, yang setiap bunga punya waku sendiri untuk mekar, tak ada yang bisa pastikan apakah bunga itu akan sungguhan mekar atau sebaliknya, yang mengerikan adalah ketika tanpa sadar yang terjadi adalah perasaan diam ditempat tidak tahu harus apa dan bagaimana, seperti semua jalan tertutup tidak ada yang membiarkan melangkah barang sedikit.  

Perasaan gelisah dan kehidupan sudah seperti satu kesatuan yang membentuk suatu simbiosis,dan kamu bisa memandangnya dari sisi simbiosis apa saja, jika bagimu mutualisme adanya gelisah dalam hidupmu meningkatkan keyakinanmu pada tuhanmu ketika tingkat syukurmu bertambah karena kegelisahanmu, jika bagimu komensalisme, ada atau tidaknya gelisah hidupmu tetap baik baik saja, bahwa apa yang telah ditulis dan ditakdirkan olehmu hanya akan berubah karena ridho tuhanmu, jika bagimu parasitisme, ya semoga jangan wkwk, sejujurnya akupun memebenci perasaan gelisah menganggapnya gangguan dalam hidupku tapi jika dilihat lagi tuhan tidak pernah menciptakan apapun tanpa sebuah alasan dan manfaat termasuk perasaan gelisah. 

sekarang tinggal aku dan kegelisahanku dan kamu dengan kegelisahanmu, aku belum punya solusi dengan kegelisahan ku, kamu? apa yang aku dialog kan dengan tuhanku tetang hambaNya, masi ada fikiran apakah hambaNya balik mendialog kan diriku antara dialog dia dengan tuhanku, alhmdulillah tuhan kita sama wkwk. Begitulah bagian dari mempersulit diri sendiri mencapuradukan kegelisahan dengan ekspektasi pada mahluk dan banyak kepentingan duniawi, padahal tuhanku menjanjikan kecukupan atas segala ekspektasi yang hanya ditujukan padaNya, tidak yang lain.

Pada akhirnya semua perubahan akan bermuara pada perasaan ngeri dan mengira ngira, apa, bagaimana, kapan, siapa, dan kenapa, semuanya terjawabnya nanti, meski tidak tau kita masih punya "nanti" atau tidak, hanya saja ketakutanku semakin jadi setiap hari, itu saja. Walau sebenarnya tuhan meberikan ketenangan dalam versi banyak bentuk dan rupa.

Aku mengandalkanmu tuhanku, selalu.


Senin, 30 November 2020

Denial

kepada yang terdekat dan yang terjauh, manusia memang tidak bisa mengukur ukuran pasti perihal jarak rasa, tapi sekiranya semua orang tahu bahwa perasaan jauh dekat berpengaruh pada batasan atas sesamanya. hmm 

Pernah ga si punya temen yang sekalipun kalian belum mendeskripsikan apa, kenapa dan gimana dengan yang terjadi pada hidup kalian, kayak tiba-tiba bisa langsung tau aja gitu, kubilang itu level tertinggi seseorang bisa mengerti orang lain, paham harus memposisikan diri gimana, nolong, dan sangat menghibur meskipun ga keliatan sama sekali, itu rasanya kayak dikirimin malaikat detik itu juga *cryyyyy

teman-teman yang bahkan gapernah ada di daftar closefriend media sosial gw, krn bagi mrk ig cm formalitas hiburan aja, beberapa ga save save an nomer tapi selalu ada di momen hidup gw, gilaaak gapaham lagi harus menjelaskan betapa amaze nya diriku, ga ngertiii gmna lg harus mendeskripsikan rasa bersyukurnya aku, nyatanya itu yang terjadi :""")) kayak yatuhan aku gatau diriku yang gimana yg sampe bisa mengantarkan ke mereka, atau emg mereka yg dikirim bwt gw i just don't know, but mampukanlah aku buat bisa balas memberi hal yang berguna dan berarti juga buat mereka dalam segala keadaan. 

i can give nothing gaes :")) susah payah akutu nahan air mata, bukan karena sedih tp rasa bersyukur luar biasa karena punya kalian, yg bisa ngasi perhatian sekedar tiba-tiba dateng, seolah mngerti 90%, tp kalian tetep bisa berlaku seolah ga terjadi apa apa, treat me best, and i"ve no word, sekedar bahas hal ringan dan bawain gw cimol, dah berasa dipeluk deep bgt tuhannn, thnks a lot :""")

and now gw percayaaa bgttt porsi masing-masing orang, di gw berat mungkin dikalian alay, dikalian berat, mungkin di gw bukan apa-apa, dan yang lebih percayaa lg, meratapi sesuatu hal ga bikin diri gw lebih baik, dan diam juga bukan selalu sesuatu yang buruk.

Diam dan fokus sama hikmah suatu hal itu healing terberat yang pernah gw rasain, and i did it! finally sampe dititik bahwa nangis sampe mengumpati dirimu sendiri yang bodoh itu manusiawi, saat gada yang bisa disalahin, saat dunia ini rasanya cuma bisa mengintervensi dirimu dari segala sisi, dan saat gada yang bisa mewakilkan perasaanmu dalam bentuk apapun, nangis sampe badanmu ga berdaya juga ga mnolong apapun, nangis seperlunya, dan lanjutkan hidup


salam

Aku 22.39 

Sabtu, 28 November 2020

Dialog

Yatuhan aku tidak tau tau sampai kapan bodoh diperbudak ekpektasi pada manusia

Tidak tau  sampai kapan tidak menyadari kebodohan yang sampai sekarang belum mampu ku kendalikan

Yatuhan aku manusia merugi

Aku kehilangan harapan pada apapun, jiwaku sudah tidak berada ditempatnya lagi, kacau, hancur, se lelah lelah nya lelah

Aku lelah tuhan, selalu  merasa dunia berputar di sekitarku saja

Aku lelah tuhan, dengan ribuan air mata yang sudah tak terasa apapun lagi, hampa

Dengan segala keputus asaan ini, aku hanya ingin menyerah

Tak ada sandaran yg menenangkan lagi

Tak ada ucapan yang sanggup kudengar lagi

Tak ada kalimat yang sanggup ku rangkai lagi

Aku terlalu kasian pada diriku

Bisakah aku menyerah saja tuhan ?

 

Siapa yang harus ku tanyai tuhan?

Apa yg harus ku salahkan?

Kenapa bisa se hancur ini rasanya?

Ketidakadilan macam apa lagi yg harus aku rasakan?

Jatuh yg seperti apa lagi yg hrus aku tidak apa apa kan?

Aku babak belur

 

 

Selasa, 14 Juli 2020

officially hari patah hati #2

semangkuk bakmi dan segelas kopi untuk aku yang sedang patah hati hoek hoek wkwkwkw

sorry ya salam pembukanya tidak pernah konsisten :v. sesungguhnya series hari patah hati akan dihapus dalam waktu yang belum ditentukan tp pasti akan di hapus pada waktunya. kayyy langsung aja healing part 2 pada selasa 14 juli 2020. Dimulai dari tidak bisa bangun hampir setengah hari krn  sdg lupa caranya tidur malem, dan tidak banyak hal yang dilakukan krn pengangguran yang nothing ini kehabisan referensi lalu kemudian sorenya diisi dengan tertawa ringan untuk hidup yang berat  ini menikmati segelas kopi dan bakmi tapi tidak di ubud bali, iya aku tau kamu tidak peduli huehuehuehue.

diperjalanan sempat memikirkan sebuah kalimat begini 'bekerjalah sampe km tidak punya waktu dan lupa caranya menggalau, atau bekerjalah dan luangkan waktumu menjadi manusia untuk skedar menggalau' hmm keduanya sama sama tidak ada yang bijak wkwkwk, bgitulah sefruit pikiran manusya dengan waktu merenung 40% dari 1x24 jam nya, dibanding itu semua gw sdg brsyukur jadi  manusya yang bebas dengan keberanian 90% mengungkapkan segenap ke sesak an tanpa intervensi (untuk sekarang), meskipun sedang sesak sesak nya karena kafein lucknat. Seteguk kafein sama ringan dan gilanya dengan sebuah kenyataan bahwa 'no answer is an answer too' lalu gw tetap meneguknya berulang kali, mari sadar! haha    



 

Senin, 13 Juli 2020

officially hari patah hati #1

kalo aku masih bisa nulis ini tandanya masih dalam kondisi sehat walafiat hati poraporanda. 
yasudah bukan kronologi yang hendak diceritakan disini, mungkin lebih ke sebuah healing part dari seorang aku. 

19.07 sedang di depan laptop dan malas menunjukan emosi apapun pada siapapun, gada yang bisa disalahkan atau dibenarkan, tidak ingin bicara atau membicarakan sesuatu, manusia sekejam itu dan perasaan se seram itu, dan masih percaya satu hal bahwa apa apa yang memang buat aku 1000 kesempatan yang ku tutup dan batasi sndiri, bakal kalah sama 1001 jalan tuhan yang bakal Ia bukakan dari arah dan jalan manapun untuk dikembalikan padaku, sebaliknya 1000 th aku nunggu sesuatu yang bukan untuku, bakal kalah sama sejuta cara tuhan untuk bikin gw ikhlas :))))) dan sayangnya gw nunggu 1000th dan patah :) 
tidak apa apa meskipun satu jam setelahnya aku bertanya pada Nya 'apa ujianya hrus sampe kyk gini?' (menanges) tidak apa apa meski malam setelahnya (menanges) (menanges) dan (menanges).

tapi hari ini ku sudah berhasil masak sarapan untuk diri sendiri yang terdiri dari omelet ke asinan, lele setengah gosong, mentimun sang penolong sarapanku, dan seiris buah naga untuk menjaga pencernaan yang sedang zonk zonk nya + sirup yang ku berharap rasanya seperti wine, meskipun mentok cuma pernah nyobain rootbeernya awe hmm alhmdulillah :), tapi semuanya serasa sia sia setelah ku membuka mejikjer dan ternyata ibuku tersayang sudah menyiapkan sate ayam, yasuda tidak apa apa lagi :)

(social media detox) gpp meskipun gw bkn siapa siapa :( tapi sekiranya itu yg ta butuhin, lalu setelahnya cuma sedikit menyusun plan sebagai pengangguran lilahita'ala agar tidak sebegitu pencundangnya, sudah pecundang ditambah patah hati sepertinya remahan peyek lebih mulia dr pada gw (menanges lagiiii tidak apa apa lagi). berikut sedikit rekomendasi kegiatan yang meskipun seluruh jiwa raga gw ngmong 'I WANT TO DO NOTHING PLEASE!' but yaaa :

  1. (sambil merenung) melamar pkerjaan
  2. (sambil merenung lagi) sambil jualan
  3. (sambil pusing) belajar jualan di marketplace
  4. sambil dijajanin cilor dan es duren yg rasanyaaa masyaAllah blasteran duren pak haji dan syurgaaaa, seneng alhmdulillah
  5. sambil doa sama Allah 'ya Allah kirim dia ke MARS aja biar klaparan aku gamau liat mukanya dimanapun'. yaAllah hmmm dah aku gatau lagi maunya aku gmna, tp pengen ngadu aja, yaAllah apa yg aku mau bisa bneran terjadi ga ya :""""((( yaAllah knp ya hati manusia tu serem bgt hmmm 

yauda gitu aja (menanges sambil muter lagu 'surga cinta' 100x)  


Rabu, 10 Juni 2020

Eccedentesiast

i'm beautifully broken
shattered piece of art.
Love, and its all pain.
Water, and all its seas
storms, and all its rain,
the wind, every breeze. 
i'm fire, and all that is frozen
All the war, and all of the peace,
i'm beautifully broken,
the almost prefect masterpiece.


Dear no one
Showed condition by the poem is my struggling way to recovered up. Really hope all you guys in a better condition, then sorry i'm bad in english but still try my best. Tonight, feel little bit fever, little bit hv any problem in my throat, in my stomach too, little bit give up, more broken, and more more insecure, i mean like in the end imbuprofen can't help me.

Honestly i've no word to start it, it took so long tht i lost my ambition to anything, lost my feeling to hv or reach something, yaps it took so long. of course its stressed me up, so empty, and nothing.
Talk about life, i realize that ambition is alwys part of soul, but i'm lost.

to be continued...
    

Sabtu, 18 April 2020

Sudah lama saya tidak menyapamu

Pesan ini saya tulis dalam kondisi hendak tidur, tapi belum ingin, tengah malam dengan kondisi batre 19%, apa kabar?❤

Dear world...
When everything feeling so complicated...
Ada kutipan kalimat yang membuat saya tergagum kagum sampai saat ini, semoga dikamu juga iya, begini :
COME IN,
I WILL SHOW YOU A GLIMPSE
OF MY SOUL, OF MY HEART.
I'LL SHOW YOU MY MIND,
IT'S A VERY DARK PLACE.
I'LL SHOW YOU WHERE THE POEM ARE MADE,
IT'S A VERY NUMB,
EMPTY AND LOST SPACE.
COME IN, 
AND I WILL SHOW YOU 
WHAT I'VE BECOME
TOO BROKEN FOR MANY,
YET LOVED BY SOME.
v****m-

hwaaaa plis berkali kali baca selalu membuatku ingin tepuk tangan😭😭😭

Back topik pembahasan kali ini mengenai "SINDROM RINDUISME".
demi apa saya sedang tidak rindu siapa siapahhhhh,hahaha dan demi apa itu adalah kalimat dengan tingkat kebohongan 90%.

1. Perasaan rindu adalah salah satu anugrah tuhan dari sekian juta perasaan yang tuhan ciptakan, dimana kehadiranya selalu berawal dengan jarak. Maka jika rindumu sekarang masih terhalang karena pandemi, sedikit lega lah, karena masih ada jarak yang diciptakan bukan untuk ditempuh tapi memang ditakdirkan untuk dibiarkan saja. hmmmmm ais bucen aulia 

2. Hampir semua perasaan pasti ada dampak yang berimbas pada timbul masalah, meskipun itu kemungkinan cuma 1%, pasti tetap akan ada dampak even itu perasaan bahagia ya ga?, terlebih perasaan rindu ditengah pandemi wkwkwkw memikirkan diri yang sudah mulai berakar dirumah saja sudah sulit.

3. Bicara soal dampak maka akan melibatkan 2 sisi, baik positif maupun negatif saya rasa ini tidak perlu panjang lebar dibahas karena sudah umum kawan-kawan. Perasaan rindu yang tidak serta merta hadir secara independen atau sendirian, akan muncul perasaan lain yang hadir beriringan, amarah misalnya hal itu menjadi umum terjadi, dan menjadi fatal seringkali, maka dalam konteks sebuah hubungan dibutuhkan yang namanya skill how to speak up. dah sampe sini aja wkwkwkw

4. Terkhusus bicara soal konteks sebuah hubungan maka ada beberapa langkah mengenai skill how to speak up :
  • tanamkan dalam diri that the situation is yours, "the one who can organize it 100% is only me", "the one who understand him besides his mother and his father is me" 
  • Be Brave!
  • let your word come out naturally honey
  • be honest :) 
mungkin lebih terdengar seperti tutorial berantem but honestly its works :)

5. Yang terpenting, utama, dan paling utama untuk melakukan tata cara diatas maka anda jangan lupa harus punya pasangan, tapiiiiiiiiiiiiiiiiiii kenyataan bahwa rindu merupakan perasaan yang tidak terbatas hanya pada objek tertentu, maka saya akan sampaikan sebuah kalimat klasik.... keep strong :"""""") dan kalimat penutup yang saya ambil dari sebuah kutipan tips yang begini bunyinya :

HOW TO KEEP GOING
PAUSE
BREATHE
REPAIR YOUR UNIVERSE
PROCEED

LOVE YOU HAHAHAHA 







Kamis, 27 Februari 2020

Distraksi

selasa, 25 Febuari 2020. Saya fikir tulisan ini akan menjadi kalimat kelegaan setelah berbulan-bulan berproses, sampai akhirnya bisa kembali pulang sekarang, ternyata bukan. Saya bahkan bingung mau memulainya dari mana, menanyakan kabar pada diri sendiri saja tak sanggup. Sepertinya waktu memang belum benar-benar mengizinkan beristirahat. Ada banyak hal terjadi kali ini yang terparah belum membiarkan air mata saya berhenti selama 3 hari beturut-turut, capek juga ternyata, barang satu atau dua kata pun saya tak ingin bicara, kalimat-kalimat penghibur rasanya hanya membuat saya semakin menangis dan menangis, dan kenapa satu satu nya nama yang terlintas malam itu, detik itu, harus kamu. "km dimana?", "sekarang udh makan?", kalimat pembuka nada manusia yang pura-pura tenang sedang menanyai perempuan yang bahkan suaranya saja gapernah dia dengar satu tahun terakhir, sedang sesenggukan ditelfon. singkatnya cuma manusia itu yang setengah jam nya mendengarkan setiap detik yang sdh seperti neraka bagi saya, ya cuma setengah jam karena keterbatasan koneksi. 

saya tidak cukup mampu menggambarkan situasi saat itu terlalu abstrak, meskipun kalimatnya, suaranya saya hafal betul seperti baru kemarin bertemu, tak ada yang berubah sama sekali, meskipun sebenarnya saya tak ingin menuliskan atau melibatkanya lagi dalam bentuk apapun, ntahlah part ini benar-benar melukai lebih parah, meskipun jujur melegakan masi ada media yang sangat mengerti dan siap saya tuangi cerita apapun dengan nyaman, dan respon yang sangat baik. lalu kemudian di susul seorang teman perempuan yang juga melegakan waktunya untuk mendengarkan saya, meskipun tidak ada kalimat yang jelas yang saya ucapkan, malam itu membuat saya merasa beruntung tuhan titipkan banyak hal melaluinya, bukan kalimat "sabar ya, kuat ya" atau kawan kawan nya yg keluar dari mulutnya, saya justru dibuat kuat dengan keteguhan dia akan banyak hal yg saya tidak bisa deskripsikan. 

setiap nasihat, setiap penguat, atau setiap penenang yang disampaikan ke saya semuanya membawa nama tuhan, percayalah disetiap lamunan saya skrng pun cuma ada tuhan meskipun tak ada kalimat apapun yang bisa saya sampaikan selain meminta dan meminta, ya tuhan sholat subuh saja saya masih ketergantungan harus dibangunkan, bumbu-bumbu di dapur bahkan saya tidak bisa bedakan, menyampaikan rasa sayang saya yang teramat besar untuk nya pun saya tidak mampu lakukan, lantas apa yang bisa diharapkan dari seorang saya, saya tidak tau doa yang mana dari seorang anak macam saya yang engkau kabulkan, tapi satu hal jika pun nyawa saya bisa ditukarkan saya sanggup lakukan meskipun itu malam ini. Engkau maha tau ketakutan macam apa yang saya rasakan tuhan, angkat setiap rasa sakit ditubuh beliau, sedikitpun bahkan saya tidak mampu memikirkan diri saya sekarang, meskipun beliau teramat sangat memikirkan diri saya, maka saya harus seperti apa agar sedikit saja meringngankanya, sedangkan saya tidak punya kekuatan apapun sekarang.

percakapan kami diakhiri dengan kalimatnya "jangan lupa makan, dan istirahat, ais" kalimat terakhir disitu saya sadar bahwa kita memang sudah asing. manusia cuma butuh dibuat percaya diri bukan dari kalimat "semangat ya" "yang kuat ya" "sabar ya", tp "saya disini dan tidak kemana mana, buat km" cuma itu, bisa tidak temani berjuang untuk yang kali ini saja...

kenang-kenangan

satu tahun berproses, satu pun belum ada yg bisa disebut hasil satu tahun berproses,  dan Allah tak pernah gagal mendidik hambaNya satu tahu...