Senin, 30 November 2020

Denial

kepada yang terdekat dan yang terjauh, manusia memang tidak bisa mengukur ukuran pasti perihal jarak rasa, tapi sekiranya semua orang tahu bahwa perasaan jauh dekat berpengaruh pada batasan atas sesamanya. hmm 

Pernah ga si punya temen yang sekalipun kalian belum mendeskripsikan apa, kenapa dan gimana dengan yang terjadi pada hidup kalian, kayak tiba-tiba bisa langsung tau aja gitu, kubilang itu level tertinggi seseorang bisa mengerti orang lain, paham harus memposisikan diri gimana, nolong, dan sangat menghibur meskipun ga keliatan sama sekali, itu rasanya kayak dikirimin malaikat detik itu juga *cryyyyy

teman-teman yang bahkan gapernah ada di daftar closefriend media sosial gw, krn bagi mrk ig cm formalitas hiburan aja, beberapa ga save save an nomer tapi selalu ada di momen hidup gw, gilaaak gapaham lagi harus menjelaskan betapa amaze nya diriku, ga ngertiii gmna lg harus mendeskripsikan rasa bersyukurnya aku, nyatanya itu yang terjadi :""")) kayak yatuhan aku gatau diriku yang gimana yg sampe bisa mengantarkan ke mereka, atau emg mereka yg dikirim bwt gw i just don't know, but mampukanlah aku buat bisa balas memberi hal yang berguna dan berarti juga buat mereka dalam segala keadaan. 

i can give nothing gaes :")) susah payah akutu nahan air mata, bukan karena sedih tp rasa bersyukur luar biasa karena punya kalian, yg bisa ngasi perhatian sekedar tiba-tiba dateng, seolah mngerti 90%, tp kalian tetep bisa berlaku seolah ga terjadi apa apa, treat me best, and i"ve no word, sekedar bahas hal ringan dan bawain gw cimol, dah berasa dipeluk deep bgt tuhannn, thnks a lot :""")

and now gw percayaaa bgttt porsi masing-masing orang, di gw berat mungkin dikalian alay, dikalian berat, mungkin di gw bukan apa-apa, dan yang lebih percayaa lg, meratapi sesuatu hal ga bikin diri gw lebih baik, dan diam juga bukan selalu sesuatu yang buruk.

Diam dan fokus sama hikmah suatu hal itu healing terberat yang pernah gw rasain, and i did it! finally sampe dititik bahwa nangis sampe mengumpati dirimu sendiri yang bodoh itu manusiawi, saat gada yang bisa disalahin, saat dunia ini rasanya cuma bisa mengintervensi dirimu dari segala sisi, dan saat gada yang bisa mewakilkan perasaanmu dalam bentuk apapun, nangis sampe badanmu ga berdaya juga ga mnolong apapun, nangis seperlunya, dan lanjutkan hidup


salam

Aku 22.39 

Sabtu, 28 November 2020

Dialog

Yatuhan aku tidak tau tau sampai kapan bodoh diperbudak ekpektasi pada manusia

Tidak tau  sampai kapan tidak menyadari kebodohan yang sampai sekarang belum mampu ku kendalikan

Yatuhan aku manusia merugi

Aku kehilangan harapan pada apapun, jiwaku sudah tidak berada ditempatnya lagi, kacau, hancur, se lelah lelah nya lelah

Aku lelah tuhan, selalu  merasa dunia berputar di sekitarku saja

Aku lelah tuhan, dengan ribuan air mata yang sudah tak terasa apapun lagi, hampa

Dengan segala keputus asaan ini, aku hanya ingin menyerah

Tak ada sandaran yg menenangkan lagi

Tak ada ucapan yang sanggup kudengar lagi

Tak ada kalimat yang sanggup ku rangkai lagi

Aku terlalu kasian pada diriku

Bisakah aku menyerah saja tuhan ?

 

Siapa yang harus ku tanyai tuhan?

Apa yg harus ku salahkan?

Kenapa bisa se hancur ini rasanya?

Ketidakadilan macam apa lagi yg harus aku rasakan?

Jatuh yg seperti apa lagi yg hrus aku tidak apa apa kan?

Aku babak belur

 

 

kenang-kenangan

satu tahun berproses, satu pun belum ada yg bisa disebut hasil satu tahun berproses,  dan Allah tak pernah gagal mendidik hambaNya satu tahu...