Selasa, 14 Juli 2020

officially hari patah hati #2

semangkuk bakmi dan segelas kopi untuk aku yang sedang patah hati hoek hoek wkwkwkw

sorry ya salam pembukanya tidak pernah konsisten :v. sesungguhnya series hari patah hati akan dihapus dalam waktu yang belum ditentukan tp pasti akan di hapus pada waktunya. kayyy langsung aja healing part 2 pada selasa 14 juli 2020. Dimulai dari tidak bisa bangun hampir setengah hari krn  sdg lupa caranya tidur malem, dan tidak banyak hal yang dilakukan krn pengangguran yang nothing ini kehabisan referensi lalu kemudian sorenya diisi dengan tertawa ringan untuk hidup yang berat  ini menikmati segelas kopi dan bakmi tapi tidak di ubud bali, iya aku tau kamu tidak peduli huehuehuehue.

diperjalanan sempat memikirkan sebuah kalimat begini 'bekerjalah sampe km tidak punya waktu dan lupa caranya menggalau, atau bekerjalah dan luangkan waktumu menjadi manusia untuk skedar menggalau' hmm keduanya sama sama tidak ada yang bijak wkwkwk, bgitulah sefruit pikiran manusya dengan waktu merenung 40% dari 1x24 jam nya, dibanding itu semua gw sdg brsyukur jadi  manusya yang bebas dengan keberanian 90% mengungkapkan segenap ke sesak an tanpa intervensi (untuk sekarang), meskipun sedang sesak sesak nya karena kafein lucknat. Seteguk kafein sama ringan dan gilanya dengan sebuah kenyataan bahwa 'no answer is an answer too' lalu gw tetap meneguknya berulang kali, mari sadar! haha    



 

Senin, 13 Juli 2020

officially hari patah hati #1

kalo aku masih bisa nulis ini tandanya masih dalam kondisi sehat walafiat hati poraporanda. 
yasudah bukan kronologi yang hendak diceritakan disini, mungkin lebih ke sebuah healing part dari seorang aku. 

19.07 sedang di depan laptop dan malas menunjukan emosi apapun pada siapapun, gada yang bisa disalahkan atau dibenarkan, tidak ingin bicara atau membicarakan sesuatu, manusia sekejam itu dan perasaan se seram itu, dan masih percaya satu hal bahwa apa apa yang memang buat aku 1000 kesempatan yang ku tutup dan batasi sndiri, bakal kalah sama 1001 jalan tuhan yang bakal Ia bukakan dari arah dan jalan manapun untuk dikembalikan padaku, sebaliknya 1000 th aku nunggu sesuatu yang bukan untuku, bakal kalah sama sejuta cara tuhan untuk bikin gw ikhlas :))))) dan sayangnya gw nunggu 1000th dan patah :) 
tidak apa apa meskipun satu jam setelahnya aku bertanya pada Nya 'apa ujianya hrus sampe kyk gini?' (menanges) tidak apa apa meski malam setelahnya (menanges) (menanges) dan (menanges).

tapi hari ini ku sudah berhasil masak sarapan untuk diri sendiri yang terdiri dari omelet ke asinan, lele setengah gosong, mentimun sang penolong sarapanku, dan seiris buah naga untuk menjaga pencernaan yang sedang zonk zonk nya + sirup yang ku berharap rasanya seperti wine, meskipun mentok cuma pernah nyobain rootbeernya awe hmm alhmdulillah :), tapi semuanya serasa sia sia setelah ku membuka mejikjer dan ternyata ibuku tersayang sudah menyiapkan sate ayam, yasuda tidak apa apa lagi :)

(social media detox) gpp meskipun gw bkn siapa siapa :( tapi sekiranya itu yg ta butuhin, lalu setelahnya cuma sedikit menyusun plan sebagai pengangguran lilahita'ala agar tidak sebegitu pencundangnya, sudah pecundang ditambah patah hati sepertinya remahan peyek lebih mulia dr pada gw (menanges lagiiii tidak apa apa lagi). berikut sedikit rekomendasi kegiatan yang meskipun seluruh jiwa raga gw ngmong 'I WANT TO DO NOTHING PLEASE!' but yaaa :

  1. (sambil merenung) melamar pkerjaan
  2. (sambil merenung lagi) sambil jualan
  3. (sambil pusing) belajar jualan di marketplace
  4. sambil dijajanin cilor dan es duren yg rasanyaaa masyaAllah blasteran duren pak haji dan syurgaaaa, seneng alhmdulillah
  5. sambil doa sama Allah 'ya Allah kirim dia ke MARS aja biar klaparan aku gamau liat mukanya dimanapun'. yaAllah hmmm dah aku gatau lagi maunya aku gmna, tp pengen ngadu aja, yaAllah apa yg aku mau bisa bneran terjadi ga ya :""""((( yaAllah knp ya hati manusia tu serem bgt hmmm 

yauda gitu aja (menanges sambil muter lagu 'surga cinta' 100x)  


kenang-kenangan

satu tahun berproses, satu pun belum ada yg bisa disebut hasil satu tahun berproses,  dan Allah tak pernah gagal mendidik hambaNya satu tahu...